Skip to main content

Pengakuan




Pengakuan 

Di bawah remang-remang cahaya bulan
Sepasang tangan perempuan saling mengatup
Langkah-langkahnya terus berderap
Dan bilur-bilur keringat pecah di jalanan

Tiba-tiba seorang tuan mampir di situ
Ia menengadah pada langit-langit cakrawala
Lalu berbicara tentang sebuah rencana
Perempuan itu tetap diam dalam doa-doa bisu

Hanya sebuah rasa yang digenggam tabah
Ketika halaman bibir tak ingin pasrah
Mengemas cerita dari waktu-waktu yang terbuang
Ia hanya ingin berbagi arti hidup dan peluang

Tuan itu tetap bertahan dengan kesabaran
Ditatapnya wajah dan selembar bibir perempuan
Ia gagap dan tak berkata apa-apa untuk menyapa
Perempuan itu terjebak dalam keheningan yang nyata

Bisik-bisik hujan datang memecahkan keheningan itu
Perempuan itu menyelesaikan sebait puisi baru
Tentang rindu dan pertemuan yang tak sepihak
Ia tak punya kuasa untuk terus mengelak

Ia mendekati tubuh tuan itu
Di tarik dadanya dan lelaki itu membiarkannya terjadi
Sebait kata keluar dari cawan merah hati
Tuan, engkau tak pantas datang kepadaku

Bersabdalah!
Maka jiwaku akan sembuh




Maria Wona


 

Comments