H A M B A R Hari-hari berlalu sekejap Pertemuan kita memang baru kemarin Aku menatap pupil di matamu Dan mendapati seseorang di sana Aku tak tahu siapakah dia Tetapi kulihat tawamu tercipta Di antara canda yang begitu renyah Sedang aku di sini menatapmu terpaku Sore dan senja memberikan tanda Sepertinya memang telah berbeda Dan aku tak berhak menyalahkan siapa Sedang di antara kita sedang terjebak gundah Kasih.. Adakah malam yang lebih romantis Untuk kita saling berbagi arti sebuah mimpi Meski akhirnya kau tak perlu melarikan diri Dari hadapan puisi dan pena yang terus menari-nari Adakah cara yang lebih anggun Untuk kita saling menyampaikan rasa Bahwa kita memang tak pernah sama Untuk rasa yang terus mendera jiwa Jika memang tak ada niat dan harapan Jangan kau bangun cinta jika tak siap Untuk apa kita terlahir sebagai manusia Jika kita menjadi pengecut atas kata-kata Maria Wona
Pesan dan perjalanan(2) Disembuhkannya banyak luka dari perjalanan hari melewati sungai untuk membasuh diri menanjaki gunung ziarah penuh aduh. Kita akan menang dalam darah yang tumpah untuk menebus segala dosa dan luka perjalanan itu. Kita akan berdiri gagah dan melihat kemegahan semesta. Kita bangkit dan memeluk erat pada diri sendiri. Sekali waktu kita berbisik-bisik dalam puisi, jiwaku dan ragaku aku mencintaimu selalu. Tetap setia dalam panggilan hidup. Maria Wona