*Bibir bernanar kata*
Kau tahu sayangku?
Di ranjang ini aku masih saja meraba-raba bayang rumah dengan lampu yang sempat kau ganti biar bercahaya lebih terang.Lampu yang kau berikan dengan sejuta harapan akan keindahan juga kenyamanan kini redup,sembab,dingin,tak ada kata yang terucap dan warna yang merona
Kau tahu sayangku?
Raga linglung pada waktu berjatuh juga bingung pada orang di luar yang menggerutu.Aku bimbang pada orang yang ingin pulang tapi tak kuasa memaksa untuk pulang.Sementara di luar sana banyak tangisan dan ratap bernanar diatas jalan sunyi dalam rahim kota kecil ini.Banyak yang tak sempat berkemas untuk pulang tiba-tiba saja mereka mesti berpulang.
Aku berpuasa tanpa mencicipi rasa lezatnya pizza yang kau sajikan setiap makan malamku.Aku berpuasa tanpa menikmati ratusan kuota yang kau limpahkan.Aku berpuasa diantara hiruk pikuk dunia yang berluka-luka penuh pekikan orang-orang muda.Yang bersuara atas ketidakadilan.Aku masih tetap berdiri diatas kepincangan hidup.Tanaman-tanaman kita semakin kering kerontang di telan musim rabut paksa para pejalan.Lalu disudut ruang hati ada yang diam-diam terkulai lantas menggelegar nyawa akan situasi ini
Kau tahu sayangku?
Masih kudengar kabar berita genting yang mendatangi penduduk kota mati.Membawa peringatan akan sebuah kedok berjanggal mengundang curiga penuh tanya.Lalu mengapa suara-suara lain begitu bising lalu menutupi?
Kau tahu sayangku?
Dari kening yang kau kecup ini,semoga kau lekas membakar api dari kayu rapuh yang mengharap masaknya makanan untuk makan malam.Semoga kau juga lekas mengubah lampu rumah kita yang kian redup di ambang waktu.
Aku masih menaruh beribu harap akanmu.
Maria Wona🌹
Comments
Post a Comment