Skip to main content

PELUKLAH TUBUH SAJAKKU


PELUKLAH TUBUH SAJAKKU

Kasihku..
Jika cinta adalah manusiawi
Jangan pernah memintaku menyediakan sawi
Untuk makan pagi yang terlalu dini
Sebab aku hanya memiliki sepenggal mimpi

Jika hidup adalah sebuah perjuangan 
Maka jangan ada ancaman dan pembangkangan 
Aku juga manusia dengan seribu harapan
Punya mulut bukan untuk dibungkamkan

Jangan berkata soal kemanusiaan
Ketika berada diatas mimbar jalanan
Sementara kepadaku kau beri kepalsuan
Lalu hak asasi atas tubuhku dielakkan

Kasihku..
Jika membangun cinta adalah kasih
Maka jangan pernah ada kata masih
Ketika kebahagiaan lain kau sisip
Pada hati yang terjebak untuk menetap

Hati kita bukan sebuah group whatsapp
Yang mudah buatku left begitu saja
Lalu kemanusiaan atas rasa mulai dibekap
Kita sibuk mendendangkan luka derita

Bangsa kita sebagai manusia merdeka
Bebaslah sesuai kehendak namun beretika
Jangan biarkan sepenggal tanah terluka
Ketika nyawa adalah jiwa yang terjaga 

Aku tengah mengandung kata
Lalu menempatkannya di palung rasa
Aku akan melahirkan sajak dalam bisu
Marilah kasihku peluklah tubuh sajakku


Maria Wona

Comments

Popular posts from this blog

SUARA DIBALIK KABUT

SUARA DI BALIK KABUT (Edisi tolak Undang-undang Omnibus Law) Terima kasih saudaraku Terima kasih atas pertemuan hari ini Ketika kita menyaksikan banyak penderitaan  Yang dialami oleh rakyat, buruh dan mahasiswa Tuhan memberkati keberpihakan atas rakyat yang tertindas Lima oktober waktu yang kelam Dewan perwakilan rakyat menyiasati Kepentingan diri dengan undang-undang Omnibus Law penyedot hak-hak rakyat Menguras nyawa tanpa kemanusiaan Dewan Perwakilan Rakyat Dewan Penindas Rakyat Dimanakah perwakilan yang kau tenteng? Dimanakan aspirasi yang kau sampaikan? Wakil rakyat macam apakah kau? Ketika memilih mendengar penguasa ketimbang rakyat? Sumpah hanyalah kebijakan setan Yang membutakan hati dengan kekuasaan Lalu lupa pada sebuah keadilan Untuk seluruh rakyat Indonesia! Ucapan Pancasila  Hanya bibir pemanis janji Yang tak dinyatakan dalam tindakan Kau tahu adalah sebuah pantas  Kau telah  menjarah dan menelanjangi Pancasila Dengan pembungkaman tanpa sebuah...

Pengakuan

Pengakuan  Di bawah remang-remang cahaya bulan Sepasang tangan perempuan saling mengatup Langkah-langkahnya terus berderap Dan bilur-bilur keringat pecah di jalanan Tiba-tiba seorang tuan mampir di situ Ia menengadah pada langit-langit cakrawala Lalu berbicara tentang sebuah rencana Perempuan itu tetap diam dalam doa-doa bisu Hanya sebuah rasa yang digenggam tabah Ketika halaman bibir tak ingin pasrah Mengemas cerita dari waktu-waktu yang terbuang Ia hanya ingin berbagi arti hidup dan peluang Tuan itu tetap bertahan dengan kesabaran Ditatapnya wajah dan selembar bibir perempuan Ia gagap dan tak berkata apa-apa untuk menyapa Perempuan itu terjebak dalam keheningan yang nyata Bisik-bisik hujan datang memecahkan keheningan itu Perempuan itu menyelesaikan sebait puisi baru Tentang rindu dan pertemuan yang tak sepihak Ia tak punya kuasa untuk terus mengelak Ia mendekati tubuh tuan itu Di tarik dadanya dan lelaki itu membiarkannya terjadi Sebait kata keluar dari cawan merah hati Tuan, en...

MELEPAS LUKA DI MALAM MINGGU

LEPAS LUKA DI MALAM MINGGU Selepas malam menutup tirai senja Akankah pagi merobek duka? Selepas raga menghujam jiwa Dengan segala luka murka Malam menistakan remah-remah Yang tersisa dari kenangan basah Dihalaman ingatan dan nafas berdesah Rintik puisi pada malam yang resah Sudahlah.. Kita terlalu muda merawat luka Jiwa kita masih ingin terus tertawa Melewati dinamika penuh dusta Menatap segala tatapan penuh suka Untukmu... Selamat bermalam minggu Semoga selalu ada tempat berteduh Setelah melewati tubuh hari yang rapuh Biarkan cinta memelukmu sendu Maria Wona