SEPERANGKAT KATA JIWA
Suatu sore..
Saat senja mulai mengemas sisa-sisa cahaya
Membungkus pada malam yang penuh tanya
Langit masih setia pada rona yang bernyawa
Tergambar diantara suasana jiwa penuh bahagia
Terdengarlah suara gertak kaki melangkah
Menyinggung simpang jalan setapak yang basah
Setelah hujan siang itu langit masih terlihat gelap
Sedang orang-orang dikampung berdiam dibalik atap
Tepat didekat Ngadu, langkah-langkah itu terhenti
Perlahan sepasang bola mata menggeser dihati
Ketika didapatkannya batu dan bekas yang abadi
Pertanda makna dan rasa yang tak pernah mati
Kecuali jika orang-orang dikampung tetap menjaga
Setiap ruas gambar kuda pada batang kayu ngadu
Lambang kekuatan laki-laki menjadi kekhasan jiwa
Goresan sejarah atas hidup mati yang saling bertemu
Kutemui anak-anak dengan rasa ingin tahu
Tentang mimpi, alam dan keunikan yang baru
Kugadaikan hatiku di sini pada temu yang pilu
Ketika bahagia adalah satu-satunya jalan bisu
Mereka hidup seadanya tanpa merasa malu
Rumah mereka adalah alam bukan ruang tamu
Toilet mereka adalah sungai dengan riuhnya
Bahkan dapur mereka ada dimana-mana tak menentu
Aku terhenyak..
Memeluk lebih dekat dan lebih terbuka
Memeriksa isi hati yang terlanjur tulus
Ketika isi hati adalah suara atas cita-cita
Mereka bertanya-tanya siapakah mereka??
Mereka yang datang dengan besi beton
Mereka yang datang dengan senapan
Mereka yang datang dengan kebiadaban
Ketika hewan dijadikan santapan
Bagi mereka itu adalah pengkhianatan
Kepada alam
Kepada leluhur
Kepada manusia
Mereka butuh penguatan bukan perubahan
Apalagi menghilangkan perspektif budaya berkelanjutan
Mereka butuh makan bukan pembangunan
Apalagi tanah adalah ibu terbaik mereka yang memberi makan
Aku terus bergelayut dengan pikiranku
Air mataku jatuh akan temu yang mengharu
Mengajak pada mimpi yang jarang bertemu
Bahwa mereka butuh hidup yang layak bukan pembungkaman melulu
Akankah pagi menjahit luka-luka anak-anak
Akankah mimpi indah semalam menjadi nyata
Setelah situasi buruk menyita kisah kisanak?
Antara menjaga dan mengelola kita saling menguatkan
Maria Wona
Comments
Post a Comment